Senin, 19 Oktober 2009

Penjaga Hati

Menjagamu adalah keindahan bagiku kebanggaan untuku
aku takan pernah lelah untuk menyayangimu
aku takan pernah mengeluh untuk dirimu
aku ada karena dia telah mengijinkan aku untuk tetap ada dalam dunia ini
aku yang seperti ini adalah karunia darinya.
ku serahkan semua miliku ku abadikan dalam bingkai hatiku
begitu dalam rasa ini
begitu ingin ku menangis dan meluapkan semua isi hatiku.

Dengan terdiam semuanya takan pernah terungkap semuanya takan pernah bisa terbuka.
rahasia tidak untuk di tutupi bila itu menyinggapi hati yang selalu gelisah.
luapkan dan bukalah semua rahasia jika memang itu mengganjal hati dan membuat susah,
sebuah
kenyataan memang sangat tidak menyenangkan dan menyakitkan tapi itulah
kenyataan yang harus di terima karena hidup ini nyata bukan dunia khayalan,
semakin tertutup semakin jauh cahaya kebenaran dan akan menyelimuti jiwa dengan kegelapan.

hati memamng begitu sensitif tak peduli manusi itu keras kepala, pendiam
ataupun periang, apabila hati yang sudah tersentuh, narulilah yang akan
bertindak walaupun itu melampaui batas kesadaran manusia.

Dunia semaki tua, dunia semakin rapuh,
kabut sudah mulai menjauh, embun tak mau lagi di sentuh.
awan kelabu terlihat indah saat hati berpanen bunga asmara,
namun begitu cepat keindahan itu runtuh, begitu cepat bunga itu gugur,
dan angin merampas wewangiannya.
kehidupan seolah lambat tapi sebenarnya semakin tua dan renta.
kesombongan dan kekerasan hati hanya akan membakar diri,
membuat luka dan lubang yang dalam meradang,
kecintaan, keindahaan hanyalah bungkus fana ke abadian,

Tidak ada komentar: